Jumat, 20 September 2019

Knowledge Management

Pentingnya Penerapan KM dalam Perusahaan


Hasil gambar untuk gambar knowledge management

Drucker (1998) dalam Tobing (2007) mendefinisikan knowledge sebagai informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang ketika informasi tersebut dijadikan dasar untuk bertindak atau ketika informasi tersebut memberikan kemampuan kepada seseorang atau institusi untuk mengambil tindakan berbeda yang lebih efektif. Knowledge adalah pengetahuan, pengalaman, informasi faktual dan pendapat para pakar (Setiarso, dkk,2009). Dalam praktiknya, diperlukan keterampilan organisasi dalam mengalihkan tacit knowledge ke explicit knowledge dan kembali ke tacit yang dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk baru.Fernandez dan Sabherwal (2001) dalam Aldi (2005) mengartikan pengetahuan (knowledge)sebagai hasil refleksi dan pengalaman seseorang, sehingga pengetahuan selalu dimiliki oleh individu atau kelompok. Pengetahuan (knowledge)melekat dalam bahasa, aturan dan prosedur serta konsep.
American Productivity and Quality Center (APQC) mendefinisikan knowledge management (KM) sebagai pendekatan-pendekatan sistematik yang membantu munculnya dan mengalirnya informasi dan knowledge kepada orang yangtepat pada saat yang tepat untuk menciptakan nilai.
Pengetahuan adalah aset terbesar setiap organisasi, namun bisa menjadi sumber daya diabaikan dan kurang dimanfaatkan jika tidak dikelola secara efektif. Organisasi yang sukses tahu bahwa pengetahuan dalam tindakan mendapatkan hasil-mempercepat laju pembelajaran; menebang risiko tidak tahu dan mengulangi kesalahan; dan mempertahankan aset pengetahuan ketika orang bergerak, pergi, atau pensiun.
Saat ini manajemen pengetahuan tidak hanya dikenal di dalam perusahaan yang berorientasi laba, tetapi juga sudah dikenal pada organisasi pemenerintahan. Pada prinsipnya penerapan knowledge management pada perusahaan dan lembaga pemerintahan sama. Perbedaannya yaitu perusahaan cenderung berorientasi pada pencapaian profit yang tinngi, sedangkan pada lembaga pemerintahan tujuan akhirnya yaitu peningkatan pelayanan publik. Penerapan knowledge management pada lembaga pemerintahan ditujukan untuk mempermudah proses penciptaan, pengumpulan, penyimpanan dan berbagipengetahuan (knowledge sharing), menutup kesenjangan pengetahuan antar karyawan, serta meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola asset intelektual, pengetahuan dan pengalaman yang ada.
1.     Manusia.

Penerapan knowledge management yang berhasil harus didukung dengan ketersediaan manusia yang kompeten. Oleh sebab itu hal pertama yang perlu dikembangkan adalah kompetensi manusia yang ada dalam organisasi dan kemudian memastikan individu dalam organisasi mengetahui dengan jelas peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mengelola pengetahuan dan menjalankan proses knowledge management (mempelajari, meningkatkan, atau mengalirkan pengetahuan).

2.     Proses.

Proses knowledge management yang jelas akan mempermudah inovasi/ penciptaan pengetahuan dan mempermudah transfer pengetahuan. Oleh karena itu perlu dibuat proses transfer dan aliran pengetahuan yang baik melalui identifikasi dan pemetaan pengetahuan serta analisa jejaring sosial.

3.     Teknologi.

Teknologi akan membantu kolaborasi dan komunikasi yang terjadi dalam proses knowledge management diantaranya dengan menangkap, menyimpan, dan mempermudah menggunakan informasi. Oleh sebab itu perlu dibangun sarana pendukung kolaborasi dan berbasis teknologi seperti misalnya basis data penyimpanan(database), server, portal, atau perangkat teknologi informasi lainnya.


5. Kesimpulan

Dari pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, didapat kesimpulan mengenai dampak penggunaan e-
Knowledge pada divisi Business Consumer Analysis PT Telekomunikasi Indonesia sebagai berikut :

1.    Penggunaan e-Knowledge memberi dampak positif dan signifikan terhadap karyawan divisi Business Consumer Analysis PT Telekomunikasi Indonesia. Dampak ini terlihat pada pembelajaran karyawan, kemampuan beradaptasi dari karyawan dan kepuasan kerja karyawan semakin meningkat dengan penggunaan e-Knowledge.

2.       Penggunaan e-Knowledge memberi dampak positif dan signifikan terhadap proses kerja di divisi Business Consumer Analysis PT Telekomunikasi Indonesia terutama dalam hal efektifitas dan efisiensi kerja. Penggunaan e-Knowledge juga memberi dampak positif dan signifikan pada produk yang dihasilkan, dimana e-Knowledge dapat memberi nilai tambah bagi produk PT Telekomunikasi Indonesia secara umum. Keunggulan kompetitif juga dipengaruhi secara positif dan signifikan dengan adanya penggunaan e-Knowledge.

3.       Secara kuantitatif dampak e-Knowledge paling besar terhadap faktor product, dimana diyakini e-Knowledge dapat memberi nilai tambah bagi produk yang dihasilkan perusahaan.


Source:
2. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/article/view/29/18